Pages

Tuesday, May 28, 2013

Mau Bercerai? Pertimbangkanlah Anak Anda.

Siapa yang bisa mengembalikan kehidupan seorang anak korban perceraian? Tidak seorang pun bisa. Perceraian adalah hal yang amat menyakitkan seorang anak. Menurut Konsultan Psikologi di Rumah Sakit Hermina, Depok, anak-anak korban perceraian biasanya mengalami dampak psikologis yang cukup berat dalam hidupnya. Dampak ini bahkan bisa dikatakan 'lebih buruk' dari anak yang kehilangan ayah dan ibu karena meninggal dunia. Seorang anak yang ayah atau ibunya meninggal dunia lebih mudah menerima keadaan karena ia menyadari bahwa ayah atau ibunya tidak mungkin kembali. Orang pun tidak akan bertanya macam-macam, bahkan lingkungan si anak akan berusaha menyabarkan anak dan memberikan perhatian lebih padanya. Sementara terhadap anak korban perceraian, pertanyaan bertubi-tubi akan datang dari tetangga, saudara atau temannya. Hal ini akan sangat menekan anak. Setahun, dua tahun, mungkin dampak itu belum terasa. Namun setelah bertahun-tahun kemudian, dampak psikologis ini baru terasa. Terlebih menjelang si anak menapaki usia berkeluarga.

Sunday, May 26, 2013

Sunda Impianku, Sunda Harapanku.

Hai, nama saya Yuli. Dunia maya, terutama facebook lebih mengenal saya dengan nama Yuli d'Sundanese. Ketika pertama kali tahu nama ini, orang selalu bertanya,"Mbak Yuli orang Sunda?". Dan untuk kesekiankalinya selalu saya jawab dengan senyuman dan saya sampaikan,"Saya asli Tulungagung dan insya Allah masa depan saya orang Sunda." Begitu senangnya saya dengan Sunda, sampai-sampai dengan PeDenya menyebutkan diri sebagai Sundanese, terkadang ngomong pun sok-sok-an memakai bahasa Sunda, meskipun kadang artinya Ngalor ngidul :). Pertanyaan yang selalu muncul kemudian adalah,"Kenapa sih suka sekali dengan Sunda? Sunda itu begini lo...begtu lo....bla bla bla...bla bla bla..." Dan kalau sudah gini saya jadi berpikir,"iya...kenapa ya...?" Saya sendiri juga tidak tahu kenapa saya suka banget dengan Sunda, juga sejak kapan saya jadi begini suka nya. Bagi saya sunda itu unik. Itu saja. Itu kenapa saya ingin sekali berkarya di tanah Sunda, bersama para Sundanese sesungguhnya. Untuk sementara ini pilihan saya jatuh pada kota Bandung. Padahal saya belum pernah sekali pun ke sana. Mungkin hanya karena kota ini paling terkenal di Jawa Barat kali yaa..hehe...Umh...plus Bandung terkenal dingin, gak jauh beda lah sama Malang, kota yang jadi domisili saya selama 6 tahun terakhir ini. Sesuai dengan artikel yang sempat saya baca beberapa waktu yg lalu, bahwa cuaca yang dingin itu baik untuk pertumbuhan seorang bayi (maksudnya anak saya nanti..hehe...konyol banget yak...) Hambatan pun datang silih berganti. Tekad pun sempat naik turun. Sempat harapan ini saya tepis, karena berbagai upaya saya bisa kembali ke tanah Sunda lagi sering kali gagal. Tapi semakin saya tepis impian ini, maka semakin dia kuat mengakar di hati saya. Dan saat ini saya benar-benar sedang mengusahakan bagaimana saya bisa segera ke Bandung. Tinggal di sana dan berkarya di sana. Sulit memang untuk bisa lepas dari Malang. Tapi bagaimanapun akan tetap saya upayakan agar impian itu bisa segera terwujud.