Pages

Thursday, July 14, 2011

Nasyid "Keimanan" by Haris Syafik

Em B Em B
Andai Matahari Di Tangan Kananku
Am Em Am
Takkan Mampu Mengubah Yakinku
D G f#m B
Terpatri dan Takkan Terbeli Dalam Lubuk Hati

Em B Em B
Bilakah Rembulan Di Tangan Kiriku
Am Em Am
Takkan Sanggup Mengganti Imanku
D G f#m B
Jiwa dan Raga ini Apapun Adanya

Am D G Am
Andaikan Seribu Siksaan Terus Melambai-lambaikan
D G
Derita Yang Mendalam
B Em
Seujung Rambut Pun aku Takkan Bimbang
f#m B
Jalan ini Yang Kutempuh

Am D G Am
Bilakah Ajal Kan Menjelang Jemput Rindu-rindu
D G
Syahid Yang Penuh Kenikmatan
f#m Em C B Em
Cintaku Hanya Untukmu Tetapkan Muslimku Selalu

Wednesday, June 29, 2011

Bila Anak Mogok Makan

Alhamdulillah...mendapatkan ilmu parenting baru. Kelalaian saya kemarin menjadi pelajaran untuk saya ke depannya. Ceritanya begini, kemarin, salah satu anak saya ada yang tidak mau makan karena tidak suka dengan makanan masakan hari itu, kebetulan kemarin masak cap cay. Karena saya takut dia nantinya sakit, maka kemudian saya gorengkan telur. Ternyata apa yang saya lakukan itu salah. Saya baru tersadar ketika hari ini ibu cerita bahwa kemarin salah satu anak ada yang komplain ke ibu. Astaghfirullahal'adziim...maafkan saya ya anak-anak...maafkan saya ya Allah...
Memang, dalam mendidik anak, kita harus adil. Tidak ada yang harus diistimewakan. Jika satu makan tempe, maka yang lain juga harus makan tempe. Tidak ada ceritanya mogok makan karena tidak suka tempe. Namun, jika kasus seperti itu terjadi, apa yang harus kita lakukan? Pertama, sebisa mungkin beri pengertian kepada anak tentang akibat bila kita menuruti keinginannya, yaitu menggelembungkan budget masak, makanan yang sudah dimasak menjadi mubazir dan akan menimbulkan kecemburuan sosial. Kenapa seperti itu? ketika kita menuruti keinginan satu anak, mungkin dana tambahan yang dikeluarkan tidak terlalu banyak, namun jika hal ini sering terjadi, dari dana tambahan yang kecil-kecil itu akan menjadi besar seperti peribahasa "sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit". Selain itu, hal ini akan menimbulkan suatu kecemburuan pada anak-anak yang lain. Mungkin bukan karena makanannya, tetapi anak-anak akan merasa bahwa kita sebagai orang tua sudah memperlakukan mereka secara tidak adil, dan otomatis mereka sebagai anak berhak untuk menuntut keadilan. Hal ini sangat tidak baik untuk pendidikan anak. Seharusnya kita sebagai orang tua bisa menjadi contoh yang baik. Kalau kemudian kita turuti keinginan satu anak itu dengan memberikannya juga kepada yang lain? Maka dana yang kita keluarkan juga bertambah banyak. Kalau hal ini sudah terjadi, tidak perlu lama-lama menunggu bukit itu terbangun, karena dalam sekejap akan ada bukit. So, apa yang bisa kita petik dari kasus tersebut? Sebagai orang tua, adakalanya kita harus lembut namun adakalanya juga tidak. Intinya, harus tegas dan bijak. Tegas dan bijak di sini dalam artian pada tempatnya. Semua itu kita lakukan bukan karena kita tidak mau mengeluarkan banyak dana, bukan. Bukan karena uangnya, tapi semata-mata karena ingin mendidik anak-anak agar mereka bisa menerima keadaan apapun dari hidup ini, agar mereka bisa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan untuk kita hari ini. Kalau mogok makan terus dan benar-benar tidak mau makan bagaimana? apakah kita tidak takut kalau-kalau nanti dia sakit? Ok, kalau memang sudah "menthok" dan tidak ada jalan lain, silahkan turuti keinginannya. Tapi dengan catatan: Pertama, sebisa mungkin jangan sampai diketahui oleh anak-anak yang lain. Kedua, tekankan pada anak tersebut bahwa kita menuruti keinginannya tersebut hanya sekali itu, dan tidak akan ada untuk kedua kalinya. Sampaikan kepadanya bagaimana akibat dari perbuatannya itu dan apa tujuan kenapa semuanya harus sama. Insya Allah dengan niat tulus plus doa, semuanya akan bisa teratasi dengan baik. Harapan kita, semoga anak-anak kita nantinya bisa menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah, menjadi generasi robbani. Aamiin. Masa depan anak-anak kita ada di tangan kita. Anak-anak merupakan cerminan dari orang tuanya. So,jika menginginkan anak kita menjadi anak-anak yang baik, maka mulailah dari diri kita. Ok, good luck buat para orang tua maupun para calon orang tua.

Monday, June 27, 2011

Senin, 27 Juni 2011

Hari ini genap 1 minggu aku menjalani kehidupan baruku, bersama anak-anak. Banyak hal yang aku dapatkan selama seminggu ini, banyak sekali. Di sinilah saya belajar, benar2 belajar menjadi orang tua.

Saturday, March 5, 2011

Saatnya Para Orang Tua Untuk Membuka Mata

Hasil Seminar tanggal 30 Oktober 2010 di kemang village, Jakarta
By Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)
Di share dari teman yang ikut di Jakarta. Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware.

Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu?Apa maksud sms tsb?

Alaaahh...sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tau maksudnya?

NO! Totally, ga ada satupun yang bisa baca sms tsb.

Dan, Taaaraa.....ternyata selain dengan huruf alay, sms tsb, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u imagine thattt????

DAN isinya adalah:
" Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan...dsb ." (sori saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih spt itu - ML= Making Love=berhub SEX)

Seisi ruangan seminar lgs heboh.

Note dr pembicara: SMS sayang2an anak sekarang udah bukan i love u/I miss u, tapi udah soal LAMA GA ML...

Demmm...Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr!

2. Anak2 kita hidup di era digital. Banyak media elektronik & cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah dll

3. Yang pertama dibahas adalah GAMES. Games diabad 21, berdasar penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yg lebih tinggi---> Kepuasan dan kecanduan lebih besar.

4. Jenis Games lebih beraneka macam: Aksi, adventure, strategi, Role playing.

Note dari pembicara:

SUPER HATI2 dengan GAMES anak-anak anda!
a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak2an dsb, namun ternyata jika, anak kita udah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan...?????
b. Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik, ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik???????

Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi , kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya ga pake baju sama sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dst. Cursor berbentuk tangan, yg digerakkan oleh anak2-anak kitaa....------>Seisi ruangan seminar lgs heboh lagiii....Gumaman Astagfirrullah bertebarann di ruangan....:(

5. Pikir baik2 jika anda ingin membelikan games atau anak anak anda beli games sendiri/ meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika didepan sekolah anak2 ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah diluar perkiraan kita, orang tua!

Note: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tau soal jenis games ini!!:(

6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga! Bahkann...Untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!--> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet.

Note dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? -->> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML ditangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil?siapa takkut!--> Bisa Aborsi !

7. HP.
Hoho...Video2 sex tersebar melalui HP. Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file2 berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak anda CLEAN?-->Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya!

Kasus : (yg pernah ditangani Ibu Elly) Ada seorang Ibu, yg datang ke beliau, shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yg ternyata setelah ditelusuri adalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang suka minjem BB beliau!)...:(

8. Televisi. Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan 1 tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron2 Jepang/korea , film dsb. Jangan salah, Iklan pun juga menyesatkan.Ayoo jangan anggap enteng sinteron/filim2 korea/jepang!Lama2 anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas!

9. KOMIK. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ga kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan 1 kepornoan pun, tapi didalamnya, kita orang tua harus tau bahwa ceritanya ujung2nya tentang sex bebas.

Notes: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dvd yang masuk dalam kategori “BaHAYA” adalah NAR***...semuanya yg berbau NAR***, hati2!! WATCH OUT!!!!

APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA

1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

2.Kerusakan otak permanen ---> yang hasil akhir yang diinginkan adalah-->INCEST!!!

3.Sasaran tembak utama: Anak2 kita yg belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi--> pecandu pornografi -->PASAR MASA DEPAN!!!

Proses Kecanduan & Akibatnya.

1. Didalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai2, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, control diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC--> Matang diusia 25 thn.

2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu-->Dopamin ( ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi --> Anak merasa senang--> Kemudian timbul rasa bersalah.

3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, Makna hubungan, Hati Nurani---> Spiritualitas /Iman akan terkikis--> ANAK TUMBANG--> Mental Model Porno--->INCEST!!!!

4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: 3 bagian saja, tapi oleh Pornografi/SEX: 5 bagian otak yang rusak!

5. Industri yang terlibat Pornografi: Entertainment, Pornografi, Perfilman, Majalah Porno, Musik, Jaringan TV Kabel, Pembuat dan pemasar Video Games dll

SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?

1. Kesalahan Budaya.
Yang mengasuh anak: IBU!! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR!---> REVOLUSI PENGASUHAN!! ............ (Nyambung dengan artikel pak Gendi, Where’s All The Father Gone?Kemana
Para Ayah?...Indonesia , A Fatherless Country???) Lihat fenomena Anak2 Jack Mania?--> Kemana AYAHmu nakkk?Kemana ibumu naak????

Note: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syukur Alhamdullillah, saya berhasil "memaksa" suami saya untuk ikut seminar ini.

2. Kelalaian kita sebagai ortu:

Orang Tua Kurang:

1. Mempunyai waktu dengan anak.

Are u a weekend parent? Anak di ikutkan les sana-sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya tentang les mu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu ga bolos kan?Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?---> Anak2 menjadi anak yg BLASTED (Boring-->Lazzy--> Stress!)

2. Mengajarkan agama & penerapannya?

---> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak2 di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama. Penerapan? NOL BESAR!!!.... Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong2 sholatnya? Ortu berbaju tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja ga bisa!!!! dsb..dsbb..

3. Target pengasuhan:

UMUM, kurang teguh pada prinsip---> hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru2 dibelikan---> malu dibilang ga trendy? Malu anak punyanya HP jadul yg cuma bisa sms/telp?--> dibelikan BB palg mutakhir...

4. Tanggap Teknologi & Gagap Teknologi (Gaptek)
Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yg dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca sms alay aja ga bisa!...gimana mo ngawasin anak?

Note dr pembicara: Jadi orangtua, harus "GAUL" dan PINTER !!! siapa biang jadi orangtua itu gampang?

5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan.

Note dr pembicara:
Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI...Generasi ORTU
PINGSAN!! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah didepan Komputer, Games, HP, Televisi ---> Yakin, Anak anda AMAN????

6. Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja.

TIPS

Membuat Anak Tangguh di Era Digital:

1. Hadirkan Allah/Tuhan didalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah, taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!---> Salah Besar. Ajarkan bahwa, dimanapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat!
2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pin
3. Validasi anak : penerimaan, pengakuan dan Pujian Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg --> Lazzy --> Stressed!!
4. Mandiri & Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga & masyarakat.
5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas
6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar

KOMIK

• Cek bacaan anak
• Baca dulu sebelum membeli
• Secara Berkala periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur . Notes: JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan
• Diskusikan bacaan dengan anak

GAMES

• Perhatikan letak computer/media video games di rumah
• Perhatikan jarak antara mata anak/ruang cukup pencahayaan , layar tidak terlalu terang
• Pilihkan meja & kursi yang ergonomis

• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa dalam seminggu
o Kapan waktu yang tepat
o Games apa yg boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan , jika melanggar

• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating Games dalam kemasan games.

Banyak video games ber-rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak dengan rating ESRB (Entertainment Software Rating Board, sebuah lembaga pemberi rating untuk games hiburan) diubah menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dsb.

Notes:
Marak video game kekerasan yang menampilkan secara gamblang adegan seksual di tengah-tengah video gamenya seperti GTA: San Andreas dan Mass Effect. GTA: San Andreas mendapatkan kecaman keras dari banyak kalangan dunia seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton, sehingga memaksa produsennya mengganti rating ESRBnya menjadi AO (awalnya M (Mature)). Hal ini mengakibatkan profitnya turun hingga $28.8 juta.

Pada tanggal 20 Oktober 2003, Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh 2 remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian tersebut Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

TV

• Atur jam menonton TV

o No TV dibawah 2 thun
o 5-7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari

• Kenalkan dan diskusikan ttg program TV yang baik dan buruk
• Perhatikan jarak menonton

INTERNET

• Perhatikan letak computer : tidak menghadap dinding
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno)
• Buat Kesepakatan tentang waktu bermain internet
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di computer

IKHTIAR TERAKHIR

1. Perbanyak mendengarkan perasaan. GUNAKAN 2 TELINGA lebih sering daripada satu MULUT
2. Orang tua harus TTS = TEGAS, TEGAR, SABAR
3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan (Seminar, pelatihan, buku parenting dan agama)
4. Setelah semua upaya ---> DOA

Jujur, pas pada saat mengikuti seminar tsb, beberapa kali, saya menitik-kan airmata - mbrebes mili. Betapa saya merinding hebat dan pengen segera pulang memeluk anak-anak saya..
Semoga saya bukan salah satu orangtua yg pingsan ituu... Semoga anak2 saya (kita), menjadi anak2 yang sholeh dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa

Amin...aminn..Ya robbal alamin...Mohon maaf jika kurang berkenan...

Saturday, January 22, 2011

Children Learn What They Live

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat.
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi.
Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu.
Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.
Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar.
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai.
Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil.
Bila anak merasa aman, ia belajar percaya.
Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menghargai dirinya.
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.

(Durothy Law Note: Children Learn What They Live)