Pages

Thursday, January 23, 2014

Para Orang Tua Harus Tahu Apa Itu "Dwarfism"

Dwarfism merupakan kondisi seseorang dengan postur tubuh pendek atau cebol. Tinggi badan orang-orang yang mengalami dwarfism kurang lebih hanya mencapai 1 meter saja. Terdapat 2 jenis dwarfism yaitu disproportionate dan proportionate. Disproportionate dwarfism merupakan keadaan dimana tubuh tidak memiliki bentuk yang proporsional atau pas. Tubuh yang kurang proporsional terlihat dari tinggi badan yang terlampau pendek atau kurang dari 1 meter. Panjang dari kedua tangan dan kaki lebih pendek sehingga memunculkan lekukan-lekukan yang tidak normal dan bengkok. Pada kasus proportionate dwarfism, tubuh orang yang bersangkutan terlihat normal dengan bentuk yang pas dan tinggi badan yang tidak mencapai 100cm.


Dwarfism terjadi karena faktor genetik dan hormon. Pada orang bertubuh pendek dengan proporsi yang pas, kelainan ini disebabkan oleh kurangnya hormon pertumbuhan. Sebaliknya, disproporsional dwarfism atau yang sering disebut juga sebagai dysplasias disebabkan karena faktor genetik yang dibedakan lagi menjadi 3 macam, yaitu:



- Achondroplasia sebagai kasus yang paling umum dari dwarfism. Kelainan dwarfism yang satu ini bisa dilihat sejak bayi lahir dan kemungkinan terjadinya hanya 1:26.000 bayi. Beberapa tanda dari Achondroplasia adalah kepala yang besar dengan kening yang maju, bentuk tulang hidung rata, janggut menonjol, gigi berantakan, tulang belakang yang membengkok ke depan, dan kaki bengkok. Selain itu tanda yang dialami adalah sendi antara tulang yang terlalu menonjol, telapak kaki yang rata, pendek, dan lebar.



- Jenis dysplasias yang kedua adalah Spondyloepiphyseal (SED) yang lebih jarang terjadi daripada kasus pertama. SED terjadi hanya pada 1 : 95.000 bayi. Para penderita kelainan ini umumnya tidak akan terlihat berbeda hingga usia 5-10 tahun. Tanda-tanda yang harus diwaspadai oleh orang tua adalah kaki bengkok, langit-langit mulut terbelah, radang sendi pada tulang pinggul, tangan kaki lemah, dan bentuk tulang dada yang bengkok.



- Kasus dysplasia yang terakhir adalah Diastrophic yang sangat jarang terjadi. Orang dengan diastrophic ini akan mengalami pertumbuhan tangan dan kaki yang tidak teratur sehingga tidak bisa bergerak bebas, langit-langit mulut terbelah dan telinga yang berbentuk seperti bunga kol.



Diagnosis sedini sangat perlu dilakukan untuk menghindari perkembangan tubuh yang tidak normal ini. Orang dengan dwarfism yang disebabkan oleh hormon bisa menjalani pengobatan hormon. Selain itu Anda juga bisa memberikan terapi untuk menguatkan otot-otot dan melenturkan sendi. Terapi untuk membentuk tulang belakang agar tidak melengkung juga perlu dilakukan. Mereka yang memiliki gejala telinga dengan bentuk bunga kol harus menggunakan alat bantu dengar demi menghindari ketulian yang mungkin terjadi karena infeksi dalam telinga. Asupan gizi yang sehat serta olahraga rutin juga perlu dijalani untuk menghindari kondisi rangka tulang yang semakin memburuk.

Wednesday, January 8, 2014

Mimpi yang Membuatku Menangis Sesenggukan

Masih mengenang Kang Aden. Beberapa hari ini seolah aku disibukkan dengan aktivitas baruku (di samping amanah di tempat kerja ya...), yaitu membaca blog Kang Aden. Alhamdulillah...kholas...kemaren sore J hehe...kayak apaaa ajah. Tapi ya memang ada apanya. Mau tau??? Energi positifnya mengalir seperti air, bergelombang seperti gelombang radio, dan yang jelas menginspirasi. Yup, meng-ins-pi-ra-si. Plus, ngakak aku dibuatnya. Ups....maksudnya ngakak di dalam hati. Senyum-senyum sendiri gitu. Ya Allah...lucu banget sih... jadi ingat pengalaman masa lalu juga. Banyak pengalaman saya yang serupa.

Kembali ke topik sesuai judul di atas. Jadi Ceritanya, sepulang sholat isya’ di masjid, saya terserang rasa kantuk yang luaarrrr biasa. Alhasil, ketika saya sampai di kamar tercinta dan duduk di atas bed, kesadaran saya dalam sekejap langsung hilang. Zzzzz.....

Aku sedang berada di dalam rumah. Rumah siapa, aku juga tidak tahu. Masih asing, belum pernah aku jumpai. Di luar sedang hujan deras. Saaangaaat deras. Beberapa waktu kemudian ada yang menyampaikan ke saya bahwa ayah saya mencari saya. Beliau berada di luar rumah, menunggu saya. Info tersebut kutanggapi dengan cuek aja. Males ah...ngapain juga kudu keluar nemuin itu orang. Waktu pun berlalu, hujan semakin deras. Terlihat ayah saya sampai nglesot (bhs. Jawa, kira-kira artinya sama dengan duduk di lantai tanpa alas) di teras, dan sempat tidur di teras juga dengan kondisi hujan yang sangat deras. Saking derasnya, teras pun basah kuyub. Dan beliau menunggu. Tidak peduli kondisinya bagaimana, tetap menungguku. Dan aku tidak peduli, bagaimanapun beliau menungguku, aku tidak peduli. Bagaimanapun orang-orang di sekitarku sudah mulai cerewet karena kasihan dengan kondisi beliau, aku pun tidak peduli. Oh...betapa jahatnya aku...

Sayup-sayup kudengar ada suara yang memanggil-manggil namaku.
“Ustadzah....Ustadzah....”

Kesadaranku pun mulai muncul kembali. Ah...ternyata aku hanya bermimpi. Namun kenapa rasanya mataku sembab dan hatiku terasa sedih sekali? Seperti baru menangis sesenggukan. Astaghfirullah...jahat sekali aku. Alhamdulillah hanya mimpi. Padahal baru beberapa hari yang lalu aku sudah mulai mengikhlaskan apa yang pernah terjadi pada hidupku. Dan sepertinya tidak mungkin aku sejahat itu. Meskipun memendam kekecewaan yang amat dalam sekalipun, selama ini aku menjawab telepon beliau dengan santun. Meskipun dalam waktu yang bersamaan hati berkecamuk tidak karuan. Meskipun hanya topeng. Tapi in sha Allah, mulai saat ini saya bertekad untuk memperbaikinya, untuk memaafkan semua yang pernah menjadi kesalahan beliau.

Segera saja aku melongok ke jendela. Kulihat anak-anak di bawah memanggil-manggilku.
“Ustadzah...Ustadzah...”

Oh, ternyata mereka baru selesai rapat OSIS. Jam menunjukkan baru pukul 22.00 WIB. Aku pun segera ke bawah untuk membukakan pintu asrama untuk anak-anakku.

ORANGTUA BUKANLAH MALAIKAT

Sabtu, 4 Januari 2014

Pagi ini, aku beraktivitas seperti biasa. Selesai sholat subuh dan tilawah, aku bersih-bersih kamar. Iseng aku buka web Kang Aden, vocalis EdCoustic, grup nasyid favoritku. Hari ini, hari kelima sepeninggal Kang Aden menghadap Sang Pencipta. Rasanya masih sulit percaya bahwa beliau sudah tiada. Selama ini aku terlalu sibuk dengan aktivitasku, sehingga seolah tidak terpikir olehku bahwa aku telah berada di Bandung, tempat EdCoustic berkarya.

Di antara tulisan-tulisan inspiratif Kang Aden, kutemukan satu tulisan yang menarik perhatianku:
“SURAT UNTUK ANAKKU, RAZIQA.”

Subhanallah....what a wonderful father he is. Sungguh, aku terharu membaca tulisan tersebut. Ungkapan hati seorang ayah yang merindukan putrinya. Hatiku tergugah, trenyuh, seolah surat tersebut ditujukan kepadaku. Namun aku segera tersadar bahwa itu Kang Aden, bukan ayahku. Ada perasaan iri dengan gadis kecil bernama Raziqa. Andaikan ayahku seperti ayah Raziqa...Aaaggghhh....ayahku, kapanpun kau mau, pintu terbuka untukmu. Tapi penantian itu seperti tak berujung. Ayah tak kunjung datang...  L

Sampai dengan akhir membaca tulisan itu, aku belum sepenuhnya bisa memaafkan ayahku. Ada perasaan menyalahkan ayah atas apa yang terjadi antara ayah dan ibu sehingga meninggalkan sejarah kelam dalam hidupku. Tapi memang berbeda dengan yang dialami oleh gadis kecil bernama Raziqa. Sangat berbeda. Jadi akupun berharap kelak Raziqa dapat menyikapi apa yang terjadi pada abi dan umminya dengan bijak.

Seperti biasa, hal yang membuatku takjub itu aku share ke salah satu sahabat karibku, Very, begitu aku memanggilnya. Yang kemudian menjadi diskusi panjang antara kami berdua. Inilah hasil diskusi panjang lebar itu:

Orang tua...walaupun dia sosok yang perlu diteladani...menjadi panutan dan dituntut harus sempurna...tapi orang tua bukan malaikat...mereka pernah punya kesalahan, baik kecil maupun besar. Kesalahan yang mereka perbuat terkadang hanya sebagai pelarian atas kekecewaan mereka pada keadaan yang terjadi.

Dan obat terbaik adalah memaafkan...dan tidak mengingat keburukan orangtua kita. Kadang sesuatu yang kita anggap sangat buruk...bisa jadi hal itu adalah hal yang diinginkan orang lain...karena mereka yang membuat kita lahir di dunia dan merasakan semuanya.

Suatu saat kita akan menjadi orang tua. Kita akan merasakan juga kecewa. Entah karena hal besar ataukah kecil...dan kita pasti mungkin melakukan kesalahan...seperti yang orangtua kita lakukan...Tapi semoga bukan kesalahan yang sama yang pernah orangtua kita lakukan. Dari mereka kita belajar. Belajar menyikapi permasalahan hidup dengan bijak.

Satu hal yang harus kita ingat adalah : semua hal yang terjadi tidak terlepas dari takdirNya. Inilah skenario indah Allah SWT. Dan tentunya ada tujuan yang luar biasa dibalik skenario indah itu. Saya pun bersyukur dengan semua hal yang saya alami. Jalan hidup yang penuh perjuangan membuat saya dan keluarga menjadi lebih dekat, lebih tahan banting dan menjadi sosok yang penuh empati pada kondisi sekitar (ciee...yg terakhir ini agak sedikit narsis. Maaf jika ada yang kurang sependapat J).

Alhamdulillah....ini juga merupakan skenario Allah. Mulai saya mendapat beastudi Etos dan kuliah di Malang à menemukan nasyid EdCoustic yang kemudian mengantarkan hijrah saya à menemukan sahabat sebaik Very à dan gabungan cerita pengalaman Kang Aden dan diskusi dengan Very yang kemudian membukakan hati saya. Membuka hati untuk bisa menjadi seorang pemaaf dan menyadari bahwa ini semua skenario indah Allah. Dan obat terbaik adalah dengan memaafkan. Inilah sikap bijak seorang muslim dalam menghadapi garis hidup indah yang telah diberikanNya.

Jazakallah khairan katsiran, Kang Aden, atas inspirasi yang telah antum berikan. Semoga antum dikumpulkan kembali dengan malaikat kecil antum, Raziqa Zimael dan keluarga antum di surgaNya kelak. Arigatou ne-chan, Very ku sayang...atas diskusi yang panjang lebar. I proud of u. Sungguh, kalian adalah orang-orang bijak yang pernah aku temukan. Semoga aku mampu meneladani sikap bijak kalian dan istiqamah di dalamnya.

Alhamdulillah, tulisan ini akhirnya kelar juga. Meskipun terlambat 4 hari dari waktu sebenarnya. Maklum, sibuk dengan berbagai kegiatan di asrama (ngeles sedikit gak pa pa yak... J). Saya ingin kembali aktif menulis seperti dulu ketika saya masih menjadi seorang pelajar SD – SMP – SMK. Meskipun hanya menulis diary. Hehe...Ups, jadi kemana-mana.

Sampai jumpa dengan tulisan saya selanjutnya. Salam satoe djiwa, muslimah loear biasa (diadopsi dari jargon AREMA dan ELANG) J